Seluruh Propinsi di Indonesia Memiliki Pulau
Indonesia menjadi negara kepulauan terbesar, dikaruniakan baginya kekayaan alam yang melimpah, lukisan alam yang indah, dan bentangan pulau-pulau yang begitu mempesona. Jumlah pulau yang ada sekitar 18.000 lebih pulau yang sudah didaftarkan ke PBB, sekitar 6000 tidak berpenghuni menyebar disekitar katulistiwa. Indonesia terdiri dari 5 pulau besar, yaitu: Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Irian Jaya.

Untuk membahasnya satu-persatu tak akan pernah ada habisnya, sebab setiap daerah memiliki khas dan keindahan masing-masing. Namun, untuk mencari hal yang menarik ada baiknya kita melihat fakta-fakta tentang pulau-pulau di Indonesia.

Seluruh Propinsi di Indonesia Memiliki Pulau

Seluruh Propinsi di Indonesia Memiliki Pulau
Seluruh propinsi di Indonesia berbatasan dengan laut, fakta itulah yang kemudian membuktikan bahwa disetiap lepas pantai propinsi setidaknya ada puluhan pulau yang tersebar.

Indonesia Memiliki Pulau Terbanyak

Indonesia Memiliki Pulau Terbanyak
Fakta ini sudah disebutkan tadi bahwa Indonesia memiliki pulau terbanyak. Adapun provinsi yang memiliki pulau terbanyak adalah Provinsi Kepulauan Riau. Provinsi ini memiliki 2.408 pulau, disusul Provinsi Papua Barat dengan 1.917 pulau, Maluku Utara dengan 1.525 pulau, Maluku dengan 1.399, disusul Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan 1.192 pulau.

Terumbu Karang Terluas

Terumbu Karang Terluas
Sebagai negara kepulauan, Indonesia juga memiliki banyak lokasi terumbu karang. Jumlah terumbu karang di perairan Indonesia ada 1.133 lokasi. Sebanyak 504 lokasi terdapat di wilayah Indonesia bagian barat, 308 lokasi di tengah, dan 321 lokasi di timur. Lokasi terumbu karang yang cukup terkenal, antara lain di Pulau Bintan (Riau), Kepulauan Seribu (Jakarta), Karimun Jawa (Jawa Tengah), Pulau Derawan (Kalimantan Timur), Pualu Komodo (Flores), Nusa Penida (Bali), Selat Lembeh (Sulawesi Utara), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Bunaken (Sulawesi Utara), dan lainnya.

Indonesia Memiliki Gugus Pulau Kecil Terluar

Indonesia Memiliki Gugus Pulau Kecil Terluar
Provinsi yang memiliki pulau-pulau kecil terluar paling banyak adalah Provinsi Kepulauan Riau. Di provinsi ini ada 20 pulau kecil terluar. Tetapi dari jumlah itu, ternyata hanya Pulau Subi Kecil yang ada penghuninya; 19 pulau lainnya adalah pulau kosong. Provinsi Maluku memiliki 17 pulau kecil terluar. Dari jumlah itu, 11 pulau sudah ada penduduknya dan 6 pulau lainnya merupakan pulau kosong. Sulawesi Utara memiliki 11 pulau kecil terluar. 7 pulau dihuni dan 11 pulau kosong. Provinsi Papua memiliki 9 pulau kecil terluar. 5 pulau berpenghuni dan 4 pulau lainnya masih kosong.

***
Tentu masih banyak fakta-fakta menarik yang masih belum diungkapkan, jika anda memiliki fakta yang menarik lainnya silahkan kirimkan tulisan anda pada kami melalui pesan facebook atau melalui submit tulisan.

(dari berbagai sumber)[Kangean.Net]

Wisatawan yang melakukan perjalanan ke Kangean ini membuat film pendek kreatif yang menggambarkan budaya dan keindahan Kepulauan Kangean. Video Kangean ini dibuat dan diupload oleh Angger Diri Wiranata sekitar empat bulan yang lalu.

Video ini diambil dari: https://vimeo.com/134829117 | Jangan lupa like and share fanspage kami ya! [Kangean.Net]
[right-side]

Inilah suasana Pulau Sapeken yang diabadikan oleh salah satu turis dari mancanegara. Mereka mengatakan bahwa Sapeken merupakan pulau terpencil di ujung timur kepulauan Kangean, utara Bali, Indonesia. Sempitnya pulau ini dengan kepadatan penduduknya mereka cukup berjalan mengelilingi Sapeken dalam beberapa jam saja untuk melihat orang-orang yang tinggal di pulau terpencil tapi penuh dan sesak ini .

Mulai berjalan untuk melihat pengusaha kecil hingga pengrajin tangan. Hingga mereka merasakan betapa besarnya keindahan Indonesia, yang tak terelakkan saat mereka menatap matahari di sore hari. Saat di ujung pulau Sapeken keindahan itu menjadi kenangan manis bagi mereka.
Pulau Sapeken
Pulau Sapeken
Pulau Sapeken
Pulau Sapeken
Pulau Sapeken
Pulau Sapeken
Sumber: https://www.daverayphoto.com / [Kangean.Net]

Photo by: Aulia Akbar Pulungan
Berkunjung ke pulau Saebus, Pantai disana indahnya luar biasa, dengan pasir putih dan laut biru yang tenang tanpa karang membuat mandi menjadi pilihan yang nggak mungkin saya lewatkan. Kebetulan sedang lebaran, terlihat banyak orang yang berdatangan dari berbagai pulau. Terlihat anak2 sedang mandi di pinggir pantai, ada yang bermain dengan perahu karet, Ada yang duduk2 santai di bibir pantai. Dan ada juga yang sekedar berteduh di bawah pohon-pohon kelapa atau warung-warung di sekitar pantai sambil menyeruput air kelapa muda yang dijual dengan harga Rp 5.000 per buahnya.

Penduduk di disana umumnya berbahasa Sulawesi (bahasanya: bahasa Bajau, bahasa Mandar dan sebagian kecil berbahasa Bugis) bukan berbahasa Madurakarena dalam sejarahnya orang Sulawesi lah yang menemukan Kepulauan ini lalu akhir tahun 90-an mulai banyak berdatangan etnis lain seperti Jawa, Madura dan Cina. Begitu juga dengan kultur budaya sangat berbeda dengan budaya Madura, rata-rata suku yang ada di sepulauan Sapeken adalah suku Bajau, Mandar dan Bugis. Dan rumah-rumah penduduk disana adalah rumah panggung, dengan lantai mencapai 1,5 meter dari permukaan tanah.

Masyarakatnya sangat ramah dan sangat bersemangat. Walau PLN belum menjangkau daerah tersebut, dimana mereka hanya bisa menikmati listrik dari mesin diesel dengan membayar Rp 30.000/bulan untuk pemakaian 5 jam setiap harinya, yaitu dari pukul 6 sore hingga 11 malam. Ditambah lagi dengan kondisi tanah yang kurang subur. Saya tidak pernah mendengar keluhan atau kritikan sekali pun. Mereka lebih suka bekerja daripada hanya menyalah-nyalahkan dan menuntut banyak hal dari pemerintah seperti yang marak terlihat di negeri ini.

Saya beruntung dapat merasakan salah satu budaya masyarakat unik disana, yaitu memindahkan rumah dengan cara diangkat. Seluruh lelaki berkumpul secara kompak untuk membantu salah satu penduduk yang hendak memindahkan rumahnya tanpa bayaran. Sungguh luar biasa, semangat gotong royong seperti ini, tidak akan pernah kita temukan lagi di daerah perkotaan di negeri ini.

Pulau Sapangkor Kecil
Singgahnya kami di Pulau Sepangkor Kecil sebenarnya tidak direncanakan, namun karena terjadinya tragedi kecil yakni terbakarnya mesin kapal yang kami tumpangi membuat akhirnya kami perlu untuk bersandar di Pulau tersebut sembari menunggu nahkoda kapal memperbaiki mesin kapalnya.

Seperti halnya di pulau-pulau kecil sebelumnya, Pulau Sepangkor Kecil juga mempunyai hamparan pasir putih cantik yang terbentang di sepanjang pulau. Tumbuhan bakau juga terlihat di salah satu sisi pulau. 
Pulau Sapangkor Kecil, Kec. Sapeken, Kepulauan Kangean
photo by: Danny Nurris
Sebagai pulau yang mempunyai ekosistem hutan bakau maka pasir pantainya juga cenderung agak berlumpur. Di dekat dermaga kecil, terlihat beberapa perahu dayung kayu kecil yang biasa digunakan nelayan untuk memancing ikan-ikan kecil yang akan digunakan sebagai umpan untuk memancing ikan yang lebih besar. Tiba-tiba terlintas ide untuk membeli ikan pada nelayan setempat dan kemudian membakarnya di pantai. Dengan bantuan pemandu lokal, kami membeli ikan-ikan kecil pada nelayan yang baru saja menyandarkan kapalnya.

Meskipun hanya mampu mendapatkan ikan kecil yang biasa digunakan sebagai umpan, namun kami sudah cukup puas. Masing-masing dari kami kemudian mencari ranting kayu kering dan membeli bumbu sederhana dengan kecap, bawang merah dan cabe rawit untuk memasak ikan tersebut.

Kami tersenyum puas, eksplorasi Kepulauan Kangean diakhiri dengan menyantap ikan bakar yang diproses dengan cara yang sangat tradisional. Kelelahan selama dua hari penuh seketika sirna digantikan oleh kepuasan menikmati keindahan bahari salah satu kepulauan di Indonesia.

[Kangean.Net]

Pulau Bungin, Kec. Kangayan, Kepulauan Kangean

Pulau Bungin atau lebih dikenal sebagai Pulau Bunginnyarat adalah pulau kecil yang terletak disebelah selatan Pulau Kangean. Pulau kecil dengan potensi alamnya yang menarik ini menyajikan banyak cerita didalamnya, bahkan sering sekali menjadi tempat tujuan para wisatawan.

Dalam cerita yang disampaikan oleh salah seorang wisatawan Pulau Bungin terbilang lebih kecil dibandingkan dengan Pulau Saobi dengan tata rumah penduduk yang lebih rapat. Diluar itu, kami menemukan karakteristik Pulau Bungin yang hampir sama dengan Pulau Saobi.

Meskipun karakter orang-orangnya hampir sama dengan wilayah Pulau Saobi, pulau ini lebih dekat dengan daratan pulau Kangean. Selain itu keunggulan yang dimiliki oleh pulau Bungin dijadikan tempat observasi terumbu karang. Diperkirakan dalam waktu satu hingga dua tahun terumbu karang yang ada disana akan semakin banyak.

Dengan observasi itu maka Pulau Bungin akan menjadi wisata terumbu karang, sekaligus akan menjadi destinasi wisata yang menggiurkan bagi para pecinta terumbu karang

[Kangean.Net]

Pulau Saobi, Kec. Kangayan, Kepulauan Kangean
photo by: Franciscus Dondy
Pulau Saobi, pulau pertama yang kami singgahi, terletak di selatan Pulau Kangean. Sebuah dermaga kecil berada Pulau Saobi berada lurus di hadapan kami. Beberapa kapal nelayan kayu terlihat bersandar di dermaga tersebut. Air laut di sekitar dermaga terbilang jernih namun ternyata tidak luput dari sampah, terutama sampah plastik. Sedikit disayangkan penduduk pulau Saobi belum memiliki kesadaran peduli lingkungan laut.

Namun kekecewaan kami terobati setelah kami disuguhi pemandangan menarik yakni udang-udang kecil yang tengah dijemur dibawah terik matahari yang akan digunakan sebagai bahan pembuatan terasi. Pemandu lokal kami mengatakan bahwa kualitas terasi yang diproduksi di Kangean merupakan salah satu yang terbaik sebab dibuat dari bahan-bahan terbaik tanpa campuran.

Keunikan Pulau Saobi terus berlanjut dengan pemandangan rumah-rumah panggung di beberapa bagian Pulau, melihat dari atap rumah yang cenderung pendek, kami mengetahui bahwa rumah tersebut adalah rumah khas Suku Bajo. Tidak hanya itu, singgahnya kami di Saobi ternyata cukup menarik perhatian penduduk setempat, tidak jarang mereka menganggap kami seperti turis dan beberapa dari mereka bahkan sempat menawari kami untuk singgah di rumah mereka. 

Sembari menunggu pemilik kapal membersihkan kapal yang akan membawa kami menjelajahi Kepulauan Kangean, kami berjalan menyusuri pantai di Saobi sekaligus berenang di sekitar perairan pantainya.

[Kangean.Net]
Powered by Blogger.